TUJUH KEUTAMAAN SHALAT DHUHA

1.       Shalat dhuha merupakan salah satu wasiat nabi
Sahabat abu hurairah ra mengatakan : nabi shalallahu alaihi wasalam mewasiatkan kepadaku 3 hal : puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha 2 rakaat, dan shalat witir sebelum tidur. (hr. Bukhari).

2.       Mengganti sedekah dengan seluruh persendian
Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda yang artinya : “pada pagi hari seluruh persendian kalian harus disedekahi. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu juga amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa diwakili dengan melaksanakan shalat dhuha 2 rakaat (hr.muslim).

3.       Shalat dhuha merupaka kebiasaan orang yang suka bertaubat
Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda yang artinya “shalatnya orang-orang yang suka bertaubat adalah shalat pada saat anak unta kepanasan karena terik matahari.” (hr. Muslim)

4.       Jaminan dipenuhinya kebutuhan disore harinya
Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda yang artinya “allah ta’ala berfirman (yang artinya) : wahai anak adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat shalat diawal siang (diwaktu dhuha). Maka itu akan mencukupimu diakhir siang.(hr. Ahmad).

5.       Mendapat pahala seperti orang yang haji dan umroh
Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda (yang artinya) “barang siapa yang melaksanakan shalat subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berdzikir kepada allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh. Beliaupun bersabda “pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (hr.tirmidzi).

6.       Shalatnya para awwabin (orang yang kembali taat)
Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda (yang artinya) “tidaklah menjaga shalat sunnah dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.”(hr. Ibnu khuzaimah).

7.       Mendapat pahala seperti orang yang mendapat banyak harta rampasan perang.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam mengutus sekelompok pasukan perang, kemudian utusan ini membawa banyak harta rampasan perang dan pulangnya cepat. Para sahabat berkomentar, “wahai rasulullah, kami tidak pernah melihat pasukan yang lebih cepat pulang dan lebih banyak membawa ghanimah melebihi utusan ini.” Kemudian beliau menjawab : “maukah aku sampaikan keadaan yang lebih cepat pulang membawa kemenangan dan lebih banyak membawa rampasan perang? Yaitu seseorang berwudlu dengan sempurna dirumahnya kemudian pergi ke masjid dan melaksanakan shalat subuh kemudian (tetap di masjid) dan diakhiri dengan shalat dhuha. Maka orang ini lebih cepat kembali pulang membawa kemenangan dan lebih banyak rampasan perangnya.”(hr. Abu ya’la).

Semoga allah subhana wata’ala memudahkan kita untuk selalu istiqamah menjalankan ibadah shalat dhuha.

(Sumber : Video Slide 7 Keutamaat Shalat Dhuha yufid.tv) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seindah Cinta Wanita Perindu Surga

Kisah Pemuda Pemberani dari Raksasa yang Zalim