TERPUTUS SAAT MERASA TERHUBUNG
Pada galibnya, ketika kita mencoba menghubungkan dua hal yang tidak terhubung, dengan wasilah yang kita pilih, harapan terhubung itu akan membumbung tinggi di langit asa. Kecuali kita salah memilih wasilah atau memang tidak bersungguh-sungguh mengupayakannya. Pun demikian saat kita menunaikan serangkaian ibadah kepada Allah. Pengorbanan waktu, tenaga, atau harta yang kita lakukan, tentunya dengan harapan beroleh hasil yang sepadan. Pahala yang besar, perasaan yang terhubung dengan Sang Mahabesar, atau merasa telah melakukan sebuah karya besar. Coba bayangkan jika faktanya kita terputus dengan Allah, terjadi justru saat kita merasa telah menempuhi wasilah penghubung itu. Alih-alih hubungan dengan Allah membaik atau bertambah dekat, kita ternyata malah membuat jarak dan, bisa jadi, bertambah jauh dari Allah. Bukankah hal ini sangat menakutkan jika kita menyadarinya? Meski menjalankan ibadah, mereka terputus dari Allah, kata Ibnul Qayyim, kalbu merek...