Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2010

TERPUTUS SAAT MERASA TERHUBUNG

Pada galibnya, ketika kita mencoba menghubungkan dua hal yang tidak terhubung, dengan wasilah yang kita pilih, harapan terhubung itu akan membumbung tinggi di langit asa. Kecuali kita salah memilih wasilah atau memang tidak bersungguh-sungguh mengupayakannya. Pun demikian saat kita menunaikan serangkaian ibadah kepada Allah. Pengorbanan waktu, tenaga, atau harta yang kita lakukan, tentunya dengan harapan beroleh hasil yang sepadan. Pahala yang besar, perasaan yang terhubung dengan Sang Mahabesar, atau merasa telah melakukan sebuah karya besar. Coba bayangkan jika faktanya kita terputus dengan Allah, terjadi justru saat kita merasa telah menempuhi wasilah penghubung itu. Alih-alih hubungan dengan Allah membaik atau bertambah dekat, kita ternyata malah membuat jarak dan, bisa jadi, bertambah jauh dari Allah. Bukankah hal ini sangat menakutkan jika kita menyadarinya? Meski menjalankan ibadah, mereka terputus dari Allah, kata Ibnul Qayyim, kalbu merek...

Tujuh Kiat Tinggalkan Maksiat

“Tiada hari tanpa maksiat”, kata ini mungkin lebih tepat untuk suasana hidup di zaman ini. Di kantor, di kampus, di jalan, bahkan di rumah sendiri, fasilitas maksiat tersedia. Baca selengkapnya.... Tujuh Kiat Tinggalkan Maksiat

Penyusuan YAng Sempurna Antara Sains dan Al-Qur'an

http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/abd-alda-em-al-kheel-penyusuan-yang-sempurna-antara-sains-dan-alquran.htm Subhanallah....sungguh al qur'an tdk akan pernah bertentangan dengan sains

SA'AD BIN ABI WAQASH Sahabat Yang Pertama Memanah di Jalan Allah

Sa'ad bin Malik za-Zuhri alias Sa'ad bin Abi Waqash adalah seorang sahabat yang pada masa Rasulullah shalallahu alaihi wasalam , dikenal sebagai prajurit pilihan. Menurut Sa'ad bin Abi Waqqash, mencintai orang tua bukan berarti harus mengorbankan prinsip hidup. Itu dilakukannya saat dia telah menerima Islam yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasalam , kemudian dia yakini, bahwa hanya Islamlah yang bisa membuat dirinya dan hidupnya bahagia ketimbang kembali menyembah berhala. Lihatlah statementnya, yang sering dijumpai di sirah-sirah "Duhai bunda, meskipun ada seratus nyawa dalam diri bunda, dan terurai nyawa itu satu per satu, aku akan tetap pada agamaku. Sekarang terserah bunda, apakah hendak meneruskan perbuatan bunda atau hendak makan." Ibu Sa'ad yang sangat mencintai Sa'ad juga, merasa kehilangan ketika anaknya lari meninggalkan sesembahan nenek moyang, dan menyembah Allah dan mentaati Rasulullah. ...

MUTIARA PARA SAHABAT NABI; ZAID BIN HARITSAH; SOSOK KESAYANGAN NABI SAW, GAGAH BERANI, PERISAI NABI SAW DAN PANGLIMA 7 PERANG GERILYA

Beliau bernama Zaid bin Haritsah –semoga Allah meridloinya-, dan sebelum Nabi saw diangkat menjadi Rasul bernama Zaid bin Muhammad. Ibunya Su’di binti Tsa’labah pernah membawanya berziarah kerumah salah seorang keluarganya di bani Ma’an, saat itu beliau berumur 8 tahun, saat dia tinggal ditengah kaumnya secara tiba-tiba penduduk Ma’an diserang oleh sekelompok orang yang memusuhi mereka, hingga akhirnya mereka kalah dan menjadi tawanan termasuk Zaid, lalu ibunya kembali ke rumahnya (suaminya) sendirian dan tidak pernah mendengar kembali berita tentang Zaid hingga terus mencarinya karena rindu atasnya, membawa tongkat diatas pundaknya, berjalan mengitari perumahan menyusuri padang pasir, bertanya ke setiap kabilah dan kafilah yang lewat tentang anaknya dan buah hatinya, dan pada saat musim haji dan perdagangan tiba, orang-orang dari kabilah Haritsah pergi kesana dan bertemu dengan Zaid di Mekkah, dan mereka menceritakan keadaan kedua orang tuanya da...

Masjid Yang Di ziarahi

Gambar
Masyarakat kita kadang merelakan pergi jauh-jauh untuk melakukan ziarah (katanya) ke masjid-masjid yang menurut mereka itu penuh rahmat misal masjid-masjid buatan para wali songo atau yang lainnya, padahal itu semuanya itu tidak ditekankan untuk dilakukan kecuali ke pada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram (Mekkah), Masjidil Aqsa (Baitul Maqdis/Jerussalem Palestina), dan Masjid Nabawi (Madinah). itu berdasarkan pada hadist shahih berikut ini : ” Tidak ditekankan ziarah (kunjungan) ke masjid-masjid kecuali pada ketiga masjid, yaitu masjidil Haram (Mekkah), masjidil Aqsa (Baitul Maqdis), dan masjidku ini (madinah)” (HR. Buhkari dan Muslim) ” Shalat di dalam masjid suci Al Masjid Al Haram (mekkah) diganjari 100,000 shalat, satu shalat di masjidku (madinah) diganjari 1,000 dan satu shalat di Al Masjid Al Aqsa (Palestina) diganjari 500 shalat lebih dari masjid-masjid lain.” (HR. Bukhari) Itulah, jadi jika kita akan berkunjung ke tempat ketiga masjid itu ...

Ditemukan Galian Baru di Bawah Masjid Al-Aqsha

Ditemukan Galian Baru di Bawah Masjid Al-Aqsha

Banyak Jalan menuju Kebaikan Wahai Saudaraku

Sungguh di dunia ini kita sedang menjalani ujian yang mana akan kita pertanggungjawabkan di akhirat kelak. Banyak jalan yang akan kita tempuh, apakah kita akan menempuh jalan yang telah diridhoi-Nya atau akan menempuh jalan yang dimurkai-Nya. Seperti Dalil dari Al Quranul Karim yang menyebutkan Firman Allah : “ Kebaikan apapun yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah pasti mengetahuinya.” (QS Al Baqarah : 215) Dia juga berfirman : ” Kebaikan apapun yang kamu kerjakan, niscaya Allah mengetahuinya...” (QS Al Baqarah :197) Selain itu ,Dia juga berfirman : ” Barang siapa yang mengerjakan kebaikan meski hanya sebesar dzarrah niscaya dia akan melihat (balasannya)” (QS Az Zalzalah : 7) Allah juga berfirman : ”Barang siapa berbuat kebaikan, maka kebaikannya untuk dirinya sendiri”. (QS Al Jatsiyah :15) Dari beberapa ayat Al Quran diatas maka Allah telah memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya bahwa barang siapa yang mengerjakan amal kebaikan maka m...