SAYA BANGGA JADI SEORANG MUSLIM
SAYA lahir dari keluarga Hindu. Ayah saya dari Bali, sedangkan ibu Banyuwangi. Keduanya seorang guru. Sejak kecil, keluarga tinggal di Banyuwangi. Karena tinggal di daerah muslim, setiap hari saya bergaul dengan teman-teman muslim. Anehnya, saya justru merasa nyaman dan senang berada di tengah-tengah mereka. Meski beragama Hindu, tapi sejak kecil saya merasa tidak diajarkan banyak hal tentang agama saya. Beda halnya dengan teman saya yang Muslim. Ketika SD, mereka sudah hafal berbagai doa sehari-hari. Mereka juga tiap hari melakukan ibadah lima waktu. Yang membuat saya lebih tertarik lagi, perempuannya mengenakan kerudung. Terlihat begitu anggun dan sopan. Hal itu membuat saya iri. Suatu kali, di Bali sedang ramai berita bom. Islam kala itu dihujat habis-habisan. Tak sedikit yang mengatakan Islam agama “radikal” dan “teroris”. Karena itu, banyak orang yang takut Islam. Tapi, saya tidak demikian. Bagi saya, para turis itulah yang “teroris moral”. Mereka datang ...