Berharap Penuh Hanya Kepada Allah
Sebagai seorang hamba, Allah lah yang layak untuk dijadikan tempat mengadu, meminta dan memohon. Ia maha tahu keadaan kita, maha melihat, dan maha memberi. Ia maha kaya, kekayaannya tanpa batas, subhanallah...alhamdulilah...Allahu akbar....
Allah sendiri telah berjanji, barangsiapa yang meminta pada-Nya akan Ia kabulkan. Tentunya bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa mematuhi-Nya dan menjalankan semua perintah-Nya.
Saya berfikir betapa banyak keinginan saya, cita-cita, keperluan saya, yang ingin saya minta pada Allah agar Dia menunjukkan jalan, membukakan pintu dan menggerakkan hati-hati hamba-Nya untuk membantu. Hal itu tidaklah sulit bagi Allah karena Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Bukankah hati setiap makhluk ada dalam genggaman-Nya yang bisa Ia bolak-balikkan dalam sekejap.
Jika Allah berkehendak untuk menolong hamba-Nya, maka pertolongan itu akan tiba, tanpa bisa diduga dari arah mana. Bahkan jika berkumpul segenap makhluk untuk menghalangi kebaikan yang ingin Allah berikan pada hamba-Nya, maka mereka tidaklah sanggup melakukannya, begitu pula jika Allah menghendaki keburukan, wal`iyadzu billahi mindzalik, tak satupun makhluk di jagat raya ini yang sanggup menghalanginya. Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
Pengalaman itu telah membuat saya semakin yakin dan bersemangat meminta hanya bersandar kepada Allah.
Maka jika kita ingin mengajukan sejumlah daftar permintaan pada Allah, apakah data-data amal soleh kita sudah mencukupi???
Seperti; Shalat 5 waktu tepat waktu, melaksanakan amalan sunnah, puasa wajib dan sunah, zakat dan sedekah, , menjenguk orang sakit, memaafkan kesalahan orang lain, jujur,.
Dan segala bentuk amal ibadah lainnya yang Allah sukai. Jika semuanya bernilai A, tentu penerimaan dan terkabulnya doa itu lebih cepat dan mudah, namun bila data-data itu tidak lengkap, banyak yang bolong-bolong, asal-asalan, tidak ikhlas, maka kita harus berusaha lebih keras dan sungguh-sungguh untuk melayakkan diri agar dikabulkan doa-doa kita.
Setiap orang pasti punya keinginan yang hendak dicapai. Seorang pelajar yang tengah menghadapi ujian berharap sukses, seorang yang sudah lulus sekolah berharap mendapatkan pekerjaan yang barokah,seorang pedagang di pasar berharap jualannya laku, seorang bisnisman berharap dapat keuntungan yang berlimpah, seorang yang tengah dililit hutang yang menggunung berharap hutangnya cepat dilunasi, seorang pemuda yang ingin menikah berharap dapat jodoh sesuai harapan, seorang yang tengah terbaring lemas karena sakit di atas kasur berharap lekas sembuh.
Seorang yang tengah dihimpit berbagai masalah berharap menemukan jalan keluar, seorang ibu yang telah lama merindukan kehadiran buah hati berharap segera hamil, seorang yang tengah menghafal al-Qur`an berharap bisa dengan mudah dan cepat menghafal al-Qur`an, begitulah seterusnya. Semua kita punya harapan dan keinginan masing-masing. Allah mengetahui semua itu, Allah mendengar doa-doa yang kita panjatkan di waktu siang dan malam. Allah maha mendengar segala sesuatu.
Doa adalah inti ibadah. Di dalamnya seorang hamba merendah dan berharap pada Allah yang telah menciptakan dirinya, yang Mahakuasa, dan Maha berkehendak. Ia juga adalah senjata mukmin yang akan melindunginya dari segala bentuk keburukan dan gangguan setan.
Oleh karena itu Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya berdoa pada-Nya. Dan memberi janji bahwa Ia akan mengabulkannya. Allah berfirman : "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran". (QS Al-Baqarah: 186)
Sebagai seorang manusia kita hanya mampu berencana dan berusaha mencapainya dengan penuh kesungguhan sesuai kemampuan kita, dan berdoa tiada henti, penuh harap pada Allah serta dengan segala kerendahan memohon pada-Nya, adapun hasil dan ketentuan akhirnya Allah yang menentukan, Ia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Boleh jadi apa yang baik menurut dugaan kita, ternyata tidaklah baik, begitu pula sebaliknya.
Semoga kita termasuk hamba2nya yang tiada hari tanpa perbaikan...
Allah sendiri telah berjanji, barangsiapa yang meminta pada-Nya akan Ia kabulkan. Tentunya bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa mematuhi-Nya dan menjalankan semua perintah-Nya.
Saya berfikir betapa banyak keinginan saya, cita-cita, keperluan saya, yang ingin saya minta pada Allah agar Dia menunjukkan jalan, membukakan pintu dan menggerakkan hati-hati hamba-Nya untuk membantu. Hal itu tidaklah sulit bagi Allah karena Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Bukankah hati setiap makhluk ada dalam genggaman-Nya yang bisa Ia bolak-balikkan dalam sekejap.
Jika Allah berkehendak untuk menolong hamba-Nya, maka pertolongan itu akan tiba, tanpa bisa diduga dari arah mana. Bahkan jika berkumpul segenap makhluk untuk menghalangi kebaikan yang ingin Allah berikan pada hamba-Nya, maka mereka tidaklah sanggup melakukannya, begitu pula jika Allah menghendaki keburukan, wal`iyadzu billahi mindzalik, tak satupun makhluk di jagat raya ini yang sanggup menghalanginya. Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
Pengalaman itu telah membuat saya semakin yakin dan bersemangat meminta hanya bersandar kepada Allah.
Maka jika kita ingin mengajukan sejumlah daftar permintaan pada Allah, apakah data-data amal soleh kita sudah mencukupi???
Seperti; Shalat 5 waktu tepat waktu, melaksanakan amalan sunnah, puasa wajib dan sunah, zakat dan sedekah, , menjenguk orang sakit, memaafkan kesalahan orang lain, jujur,.
Dan segala bentuk amal ibadah lainnya yang Allah sukai. Jika semuanya bernilai A, tentu penerimaan dan terkabulnya doa itu lebih cepat dan mudah, namun bila data-data itu tidak lengkap, banyak yang bolong-bolong, asal-asalan, tidak ikhlas, maka kita harus berusaha lebih keras dan sungguh-sungguh untuk melayakkan diri agar dikabulkan doa-doa kita.
Setiap orang pasti punya keinginan yang hendak dicapai. Seorang pelajar yang tengah menghadapi ujian berharap sukses, seorang yang sudah lulus sekolah berharap mendapatkan pekerjaan yang barokah,seorang pedagang di pasar berharap jualannya laku, seorang bisnisman berharap dapat keuntungan yang berlimpah, seorang yang tengah dililit hutang yang menggunung berharap hutangnya cepat dilunasi, seorang pemuda yang ingin menikah berharap dapat jodoh sesuai harapan, seorang yang tengah terbaring lemas karena sakit di atas kasur berharap lekas sembuh.
Seorang yang tengah dihimpit berbagai masalah berharap menemukan jalan keluar, seorang ibu yang telah lama merindukan kehadiran buah hati berharap segera hamil, seorang yang tengah menghafal al-Qur`an berharap bisa dengan mudah dan cepat menghafal al-Qur`an, begitulah seterusnya. Semua kita punya harapan dan keinginan masing-masing. Allah mengetahui semua itu, Allah mendengar doa-doa yang kita panjatkan di waktu siang dan malam. Allah maha mendengar segala sesuatu.
Doa adalah inti ibadah. Di dalamnya seorang hamba merendah dan berharap pada Allah yang telah menciptakan dirinya, yang Mahakuasa, dan Maha berkehendak. Ia juga adalah senjata mukmin yang akan melindunginya dari segala bentuk keburukan dan gangguan setan.
Oleh karena itu Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya berdoa pada-Nya. Dan memberi janji bahwa Ia akan mengabulkannya. Allah berfirman : "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran". (QS Al-Baqarah: 186)
Sebagai seorang manusia kita hanya mampu berencana dan berusaha mencapainya dengan penuh kesungguhan sesuai kemampuan kita, dan berdoa tiada henti, penuh harap pada Allah serta dengan segala kerendahan memohon pada-Nya, adapun hasil dan ketentuan akhirnya Allah yang menentukan, Ia yang lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Boleh jadi apa yang baik menurut dugaan kita, ternyata tidaklah baik, begitu pula sebaliknya.
Semoga kita termasuk hamba2nya yang tiada hari tanpa perbaikan...
Komentar
Posting Komentar